ASPAL JALAN RINDU SENTAKAN SEPATU MAHASISWA

Oleh: Reyhan Amal Altariq

Bukan bukan. Ini bukan tulisan tentang demonstrasi atau bahkan tulisan untuk mengkritisi pemerintahan pak Joko.

Ini hanya tulisan singkat dari mahasiswa semester 2 yang selama masa perkuliahannya baru sekali ini mencoba untuk menulis✌️

Saat ini, Indonesia akan menuju babak baru. Babak dimana Indonesia sudah cukup “matang”, dalam artian Indonesia akan menuju kebangkitan kedua. Kebangkitan yang dimaksud adalah 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045. Menurut saya, di usia yang sudah cukup lama akan kemerdekaan, sudah sepantasnya Indonesia untuk menyambut kebangkitan generasi emas. Inilah saat yang tepat bagi pendidikan untuk berperan menciptakan generasi emas Indonesia. Salah satu subjek dalam mewujudkan hal tersebut adalah mahasiswa.

Rasanya baru kemarin saya menjadi siswa SMA. SMA? Iya SMA, jenjang pendidikan yang katanya paling “indah” itu. Waktu pun berjalan, sekarang saya sudah berstatus pelajar yang berada ditingkat “maha”. Dimana itu artinya pendidikan yang saya tempuh sudah melebihi tingkatan pendidikan pelajar lain. Menjadi mahasiswa, sejatinya saya secara otomatis telah menandatangani “kontrak” untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, nusa, dan bangsa.

Intelektual, itulah satu kata fundamental dalam mendeskripsikan mahasiswa. Merekalah yang memiliki peranan besar untuk mengubah cara berpikir masyarakat Indonesia. Status ini tidak akan bisa dijalani apabila, status “mahasiswa” hanya digunakan untuk ajang gengsi belaka. Dari sinilah, mahasiswa harus memiliki karakter yang kuat agar tidak terbawa arus terlalu jauh sehingga meninggalkan kebudayaannya sendiri. Karakter itulah menjadi mahasiswa yang memiliki prinsip moral yang kuat, dan cara berpikir yang kritis serta konstruktif.

Menurut hemat saya mahasiswa juga harus memiliki sebuah karakter dinamis. Mahasiswa yang berkarakter dinamis adalah mahasiswa yang mampu bergerak untuk melakukan perubahan dan mewujudkan cita-cita bangsanya. Bergerak menciptakan sesuatu yang baru merupakan salah satu karakter pemimpin dimasa depan. Tentunya dengan berbagai tantangan yang dihadapi di dunia kampus dan kontribusinya pada masyarakat. Sebagai mahasiswa juga sepantasnya kita memiliki sikap kritis dengan berbagai perubahan yang ada dalam berbagai hal. Khsusnya mengkritisi apa yang ada didalam negri ini.

Ya mungkin sekarang sudah waktunya mahasiswa untuk bangkit, sudah waktunya mahasiswa untuk berubah, sudah waktunya mahasiswa untuk menunjukan jati dirinya yg sebenarnya, sudah waktunya mahasiswa untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan negri ini.

Muncul pertanyaan besar dalam diri saya sendiri. Apakah mahasiswa indonesia siap dengan visi “generasi emas 2045”?

Dan saya pun masih bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pengalaman 2 semester saya berkuliah di kampus perjuangan ini ternyata belum mampu menjawab pertanyaan besar tersebut.

Mungkin ada teman-teman yang membaca tulisan singkat saya ini yang biisa menjawab pertanyaan besar tersbut.

Sekian celotehan dari saya. Saya hanya mahasiswa semester 2 yang masih harus banyak belajar. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

Dengan segala hormat,

Reyhan Amal Altariq
JTP ITS 2015
4115100001
#StaffmagangPSDMHimatekpal
#HidupMahasiswa
#HidupRakyatIndonesia
#Vivat