Oleh: Akhmad Roni

Pagi ini agak mendung, entah kenapa burung2 juga seperti murung tak seperti

biasanya. Kuawali pagi dengan semangat bahagia diatas lantai 2 kos kossan tercinta, dengan menyapa matahari semoga segera memberikan sinar kehangatanya

Disaku celana kucoba ambil hp dan memeriksa apakah ada info atau berita semalam , ada 2 berita yg menjadi sorotan saya pertama ketika klub bola kesayangan berhasil menang tapi tetap saja tidak dapat jatah ke elit eropa dan yg kedua terlihat disosial media bahwa hari ini ramai bermunculan status atau foto sedang berlangsung purnasiswa
Dengan cepatnya lamunanku terbangun dari 2 tahun lamanya tentang masa masa terindah waktu SMA, entah kebetulan atau tidak, ternyata sekolah tercinta juga sedang melakukan perpisahan dengan putra putri terbaiknya. Sekolah yg menjadi idaman karena reputasi dan prestasi seakan menarikku semakin dalam untuk menelusuri kenangan bersamanya
Ratusan ribuan bahkan sampai akhir dari jumlah kata kata yang ada tidak akan pernah bisa melukiskan kisah2ku berada disana
Yang kutau sampai detik ini aku masih ingin kembali , terbang berangan angan memakai batik kebanggaan atau menikmati bakso kantin yg memaksa untuk terus mengingat rasanya
Memanjat tembok untuk membeli pecel yg dinikmati dibawah rindangnya pohon asam kala itu mengalahkan nikmatnya makan direstoran berkelas
Berkerumun tanpa kejelasan dengan teman2 sembari merencakan bahwa nanti setelah selesai dari sekolah ini kita berjanji akan tetap seperti ini . Selalu bersama atau tetap ceria dan semangat untuk mengapai cita yang pada waktu itu dengan mudahnya kami ucapkan tanpa beban
Mencuri curi waktu luang untuk melirik adek2 kelas mengalahkan rasa malu Kami karena itu adalah wujud kami mensyukuri keindahan ciptaan Tuhan
Khayalanku semakin jauh entah kemana, dan ku beranikan untuk berhenti sampai titik ini aku mencoba memberikan semangat pada diri sendiri bahwa aku harus terus melangkah kedepan melanjutkan jalan impian yang telah aku pilih dan untuk adik2ku semua yg tlah melewati masa putih abu2 ini sedikit pesanku;
Kalian adalah penerus harapan bangsa , keluarga dan tentunya diri sendiri
kalian penerus masa depan bangsa yg telah melewati kawah candradimuka selama tiga tahun lamanya
Selamat kalian tlah berhasil lolos dari masa2 percobaan hasil dari pemikiran elit negara untuk menggodok kemampuan kalian semua
Dengan keluh kesah diawal penceburan kalian kurikulum yg katanya menyusahkan atau endingnya kalian harus menghadapi ujian akhir dilayar komputer menyebalkan bukan
Semua itu sudah kalian lewati walaupun dg hati terdzolimi karena diakhir pengundian untuk melanjutkan ke perguruan tinggi impian kalian harus menjatuhkan karena jatah hanya 75% yg dapat mencoba mengambil keberuntungan itu
Membayangkan rasanya menjadi 25% yg harus merelakan dan merenungi awal dari kegagalan, seolah olah menjadi orang yg terbodoh karena untuk mencoba keberuntungan saja harus kalah karena batasan kuota. Aku juga tidak bisa membayangkan bagaimana dulu jika aku berada diposisi seperti ini
Sampai akhirnya kalian yang kalah diawal (katanya) mendapatkan teman2, teman yg belum diberikan keberuntungan untuk mendapat undangan dari kampus impian. Bertambah lagi kesedian pada penerus bangsa ini karena paradigma kegagalan yg seakan akan tlah menyatu pada hasil yg belum merestui kalian
Dikala matahari mulai dengan cerahnya memberikan kehangatan untuk terus berjuang merangkai harapan kalian masih terpuruk bersembunyi didinding dinding kekalahan yg kalian buat sendiri
Saat burung2 telah semangat bernyanyi dan terbang kesana kemari menawarkan kebahagian yg harus kalian raih, maka kejarlah dan perjuangankan apa yg harus kalian dapatkan
Bukan kan Allah Maha Melihat atas semua usaha umatNYA, karena hasil tak akan melukai usaha kalian lalu kenapa kalian masih tertunduk lesu dengan semua kenyataan yang harus tegar dihadapi
Masa masa indahmu tlah bergeser perlahan , dengan kenangan yg membekas dalam buatlah sebagai penyemangat agar tetap berdiri tegak menghadapi ujian nyata yang akan kalian jumpai
Dengan berat hati kalian tinggalkan seragam putih abu2 , simpan yg rapi di almari atau sumbangkan untuk berbagi
noltalgia bersama teman2 yg kegilaannya mengalahkan kewarasanya mungkin bisa menawarkan kesedihan karena yg pasti setelah kalian melangkah ke depan nanti akan sulit sangat sulit sekali untuk melihat tawa canda dan kegilaan yg pernah ada
Bagi kalian yg sedang bahagia2nya karena tlah menemukan tujuan berikutnya, ingatlah bahwa disamping kalian masih banyak teman2 seperjuangan yg tertunduk dengan kesedihanya . Bangun kawan, bangkit teman , aku selalu disampingmu, aku akan membantu mendoakan dan apapun untuk kebagianmu lagi. Katakan pada mereka bahwa secepatnya untuk segera bergegas menyusun ranting ranting impian yg sempat patah karena angin kegagalan semu
Teruntuk pemuda penerus bangsa yg akan menghadapi kerasnya kehidupan selanjutnya, pilihan semua tlah ada ditangan. Kalian akan terus berjuang menggapai cita cita untuk orang2 tersayang atau kalian akan terus terpuruk dengan keadaan.
.
.
.
.
.
(Ditulis oleh pemuda yg sedang bernostalgia dg masa putih abu2nya)