MAHASISWA, SAATNYA KITA BERJUANG BUKAN TITIP ABSEN!

Oleh: Feima Sarah Firdhausyah

MAHASISWA,
SAATNYA KITA BERJUANG BUKAN TITIP ABSEN!

Tulisan ini bukanlah hal yang mewadahi sindiran saya, tetapi merupakan ajakan saya kepada teman-teman sekalian untuk selalu berjuang melakukan kewajiban sebagaimana mahasiswa seharusnya. Terdaftar sebagai mahasiswa di perguruan tinggi hanyalah syarat administratif menjadi mahasiswa, menjadi mahasiswa memiliki makna yang jelas besar. Patriot pembawa perubahan, katanya. Seharusnya kita berjuang untuk mewujudkan harapan masyarakat dalam artian positif. Seperti mahasiswa ikut berperan dalam mengkritisi pemerintahan dan dapat mewakili suara masyarakat.

Dalam dua semester yang baru saya lalui ini, muncul rasa bangga saya kepada seorang teman yang gigih dan memiliki ambisi kuat dalam menempuh pendidikannya. Sedikit bercerita, ia selalu hadir dalam kelas, memperhatikan dosen, dan selalu mengulang kembali pelajaran yang telah didapatnya. Namun, alangkah ironinya saat saya melihat salah seorang teman saya yang lain. Tidak tahu apa yang ia lakukan. Kerap kali ia menitipkan absensi kehadiran kepada teman yang lain ataupun saya. Kejadian itu tidak terulang hanya sekali dua kali. Hal ini yang membuat saya sedih. Bagaimana bisa hanya untuk kehadiran bagi dirinya sendiri ia tidak peduli. Hal kecil seperti inilah yang menjadikan generasi muda tidak berkompeten.

Tidak ingatkah mereka apabila masyarakat berperan pula pada terlaksananya kegiatan perkuliahan kita? Masyarakat mensubsidi perkuliahan melalui pajak yang setiap bulannya terbayarkan. Lalu, dimanakah hati nurani mahasiswa yang menitipkan absensi kehadirannya?

Maaf, kembali saya sampaikan tulisan ini bukanlah suatu wadah untuk saya menyindir atau bersifat memihak.

Bisa jadi, teman-teman yang menitipkan absensi kehadirannya disebabkan oleh kesehatan fisiknya yang terlalu lelah mengikuti kegiatan diluar kepentingan perkuliahannya. Perlu diingatkan kembali, prioritas utama mahasiswa adalah pada studinya. Hal-hal yang dapat menguras banyak tenaga sebaiknya dihindari.

Demikianlah tulisan saya, semoga memberikan gebrakan semangat kepada teman sekalian untuk mengikuti dan menyelesaikan proses studi dengan usaha terhebat yang dapat dilakukan.

Salam hormat,
Feima Sarah Firdhausyah
4115100082
Mahasiswa Jurusan Teknik Perkapalan, 2015
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

#staffmagangPSDMHimatekpal
#HidupMahasiswa
#HidupRakyatIndonesia
#Vivat