TUJUAN DAN DIVERSITAS INSAN

[[ Teori dan Opini ]]

Oleh: Albert Caesario

1463251233637

         Menjadi seorang manusia memaksa kita untuk hidup sebagai makhluk sosial. Dimana seorang manusia tidak akan bisa mencapai sesuatu dengan sempurna jika tanpa adanya bantuan dari orang lain.
Dalam mencapai tujuan tertentu, pada umumnya setiap manusia akan berusaha mengumpulkan masa, mencari manusia lain yang sekiranya mempunyai kemampuan utk membantu ia mencapai tujuannya, dan tak bisa dipungkiri secara otomatis pada dasarnya manusia akan berkumpul dan saling bahu membahu ketika setiap individu di sana mempunyai tujuan yang sama atau dikenal dengan istilah “manusia adalah teman bagi manusia lain” (Homo Homini Socious) oleh Prof. Dr. Nicolaus Driyakara, seorang filsuf.
Namun meski sekumpulan manusia itu mempunyai tujuan yang sama (atau lebih keren dengan kata VISI), apakah setiap dari mereka mempunyai Polapikir yang sama? Kemampuan yang sama? Bentuk fisik? Dan keahilan yang sama? Sayangnya, tidak. Mereka semua berbeda, benar2 berbeda. Karena pada kenyataannya manusia tidak pernah dilahirkan sama identik antara satu dan lainnya, mereka disusun oleh ratusan pasan kombinasi kromosom dan Gen yang penyusunannya acak sehingga bisa menghasikan perbedaan sifat yang sangat banyak. (Syamsuri 2004).
Beranjak dari dua teori sebelumnya seharusnya kita sadar bahwa dalam setiap pencapaian suatu tujuan, seorang manusia mempunyai cara yang berbeda, unik bagi manusia lain. Hal itu jelas dikarenakan setiap manusia mempunyai sifat2 unggulnya sendiri yang pada dasarnya harus kita hormati sehingga sifat2 itu menjadi kemampuan dan keahlian yang berguna dalam pencapaian tujuan.

_______________________________________________

Sayang namun sayang,
Masih ada saja sebuah tempat, sebuah lingkungan terdidik, yang berpura-pura tak mengerti atau bahkan pura-pura tak tahu akan kenyataan yang ada bahwa setiap orang mempunyai “Warna”nya sendiri.  Ya, itu. Entah disebut sistem, lingkungan, jurusan atau tradisi, dengan memaksakan setiap orang  yang berada di dalamnya untuk bisa menjadi suatu warna homogen demi menjadi cirikhas, atau mungkin bisa dibilang kebanggaan semu.
Dengan nama keren Kaderisasi, dengan tujuan menyiapkan penerus organisasi, di sini, Semua yang terlibat dilebur menjadi satu warna homogen tanpa memikirkan secara seriu esensi dari keanegaraman dan kombinasinya, pokoknya harus satu. Sadarlah bahwa tidak setiap warna bisa dikombinasikan untuk membentuk warna yang indah. Bahkan, mungkin ada beberapa yang jika dipadu, maka akan menghilangkan sifat dasar dari warna-warna itu.

Penting utk bisa memimpin, memimpin dirinya sendiri untuk berkembang,
penting juga adanya kemampuan managerial, mengelola setiap sisi baik utk kebermanfaatan sekitar,
hebat utk bisa kompak, kompak menjalankan komitmen dalam menolak pembodohan, dan hal negatif lainnya. Karena hidup tak sebatas ruang kuliah dan himpunannya, lebih dari itu hidup adalah berasal dari dirimu sendiri.

Sebagai diri saya sendiri, melalui tulisan ini saya menyuarakan agar setiap mereka yang warnanya telah meredup, untuk kembali bangkit, tunjukan warna kalian, perbedaan diciptakan berbeda untuk dipadu, bukan dibelenggu.

KARENA SATU VISI TAK HARUS SAMA AKSI

Albert Caesario
Perkapalan 2015 4115-012

#visualisator
#opini
#tekpal_menulis
#perkapalan2015KamiDiSini

Referensi:
-Syamsuri, Istamar. 2004. Biologi. Jakarta : Erlangga.
-Campbell, Neil. 1999. Biologi Jilid 1. Jakarta : Erlangga
http://www.driyarkara.ac.id/2015-11-11-16-47-57/tentang-driyarkara/32-biografi-driyarkara